Pelaporan SPT Masa PPN dilakukan secara online melalui e-Faktur web based pada website web-efaktur.pajak.go.id. Selain itu, ada e-Faktur client desktop yang memiliki fitur prepopulated pajak masukan.
e-Faktur menurut Peraturan Dirjen Pajak No.PER 16/PJ/2014 adalah faktur pajak berbentuk elektronik yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh DJP.
Perlu diingat, jumlah faktur pajak masukan yang tertera di dalam e-Faktur web harus selaras dengan jumlah faktur pajak yang terdapat di e-Faktur desktop. Nilai yang dijadikan acuan dalam pelaporan SPT Masa PPN adalah nilai yang tercantum pada e-Faktur web, bukan nilai yang tercantum pada e-Faktur desktop.
Lalu bagaimana jika ada perbedaan jumlah faktur pajak yang tertera pada e-Faktur web dan e-Faktur desktop? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Pastikan faktur pajak masukan sudah approval sukses
- Pastikan masa pengkreditannya sesuai
- Konfirmasikan kepada lawan transaksi apakah faktur pajak masukan diganti atau dibatalkan
- Hapus SPT dan posting ulang SPT di e-Faktur web dan e-Faktur desktop. Setelah itu, bandingkan faktur pajak masukan mana saja yang tidak masuk ke faktur e-Faktur web tetapi ada pada daftar faktur pajak masukan e-Faktur desktop, begitu juga sebaliknya
- Clear cache & cookies sebelum mengakses e-Faktur web
- Pastikan koneksi internet lancar atau coba untuk mengganti jaringan internet
- Gunakan private browser (Mozilla) atau incognito window (Chrome)
- INFO PENTING BUAT SELLER TOKOPEDIA!
- Cek Inbox! DJP Surati WP yang Terindikasi Salah Isi SPT Tahunan
- Aturan Kuasa Wajib Pajak Dirombak Total! Sudahkah Anda Memilih Konsultan Pajak yang Legal dan Aman?
- Resmi Dirombak! Ini Aturan & Syarat Baru Kuasa Wajib Pajak (PMK 44/2026)
- Skema Pajak Final UMKM 0,5% Kini Berlaku Selamanya! Ini Aturan Baru PP 20/2026 yang Wajib Anda Tahu